~”~Malu dan kamera ilahi~”~

Dalam putaran waktu yang terus bergulir tak kenal lelah.
Dalam sempurnanya gulita yang beralih menuju terang benderang.
Marilah sejenang kita merenungkan diri.
Lihatlah seonggok darah yang menentukan seluruh episode dalam panggung sandiwara kehidupan fana ini.
Tengoklah dalam samudra tak bertepi yang dapat menghantar manusia menembus tujuh lapis langit kemulian dan mensejajarkan diri dengan para malaikat.
Atau sebaliknya menjatuhkan manusia dari lembah kenistaan sehingga lebih rendah dari binatang yang paling hina.

Simak dan dengarkan bisiknya.
Akankah ia mengutarakan rasa bangga saat terbukti dosa dirangkai?
Ataukah ia merasakan rasa malu nan kelu usai nista berlalu?
Perhatikan juga dengan seksama perubahan wujudnya?
Adakah ia hitam pekak atau bersinar terang?

Saat mendengar bisikan lirihnya
“aku malu telah berbuat dosa,
Aku malu telah berbuat nista”.
Lantas kita menyasikan rupanya bersinar dengan cerah.
Yakinlah bahwa diri ini berarti mengakui Allah senantiasa mengawasi dengan KAMERA ILAHI yang setitik pasirpun tidak akan luput dari pantauan.
Ketahuilah KAMERA ILAHI adalah kamera super power yang melekat dalam diri dan keseharian kita.
Tak hanya ucapan maupun perbuatan ,bahkan yang terbesit di hatipun telah diketahui.
Yakinlah dalam diri ini masih bersemayam setitik keimanan kepada Ilahi.

Mari tundukan kepala sebagai bentuk rasa malu. Kita mungkin sering merasa malu ,tapi malu malu kucing.
Karena itu pertebal rasa malu sekarang.
Malu dengan sebenar benarnya malu dan tidak menjadikan diri ini orang yang tak punya rasa malu.
Sebab bukankah malu itu merupakan keping PUZZLE yang melengkapi keimanan seseorang.?

~ ♥ ~ ORANG YANG MALU KEPADA ALLAH DENGAN SEPENUH MALU HENDAKNYA MENJAGA KEPALANYA DARI ISINYA,MEMELIHARA PERUT DAN SEGALA YANG DIMAKANNYA,SELALU MENGINGAT AKAN KEMATIAN DAN APA YANG TERJADI DIDALAMNYA.
SIAPA YANG MENGINGINKAN AKHIRAT ,MAKA TINGGALKAN PERHIASAN DUNIA.
MAKA YANG MELAKUKAN SEMUA ITU BERARTI IA TELAH MALU KEPADA ALLAH DENGAN SEPENUH MALU ~ ♥ ~
(HR.Ahmad ,Turmudzi dan Hakim)

Akankah kepala ini akan tertunduk malu atas segala dosa,khilaf dan alfa yang selama ini telah kita lakukan ?

SEMOGA BERMANFAAT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s